Sepasang Gajah Hantar Ikrar Segoro Amarto di HUT Kota Yogya 256


Upacara HUT Kota Yogyakarta ke-256 malam ini ditandai dengan pengucapan Ikrar Segoro Amarto oleh ribuan peserta upacara di depan Gubernur DIY. Pembacaan Ikrar berbahasa Jawa ini ditandai dengan iringan pasukan dan dua ekor gajah, melambangkan semangat yang besar, penuh gelora dan tekad bulat untuk diterapkan sepenuh hati.

Ikrar Segoro Amarto untuk Yogya istimewa, adalah ikrar yang dibungkus dalam semangat besar dan tekad yang kuat dalam mewujudkan cita-cita bersama Kota Yogya. Ikrar ini menyatakan bahwa masyarakat Kota Yogyakarta akan menggunakan filosofi Segoro Amarto dalam penerapan kehidupan sehari-hari. Masyarakat Kota Yogya berjanji akan mengedepankan semangat Segoro Amarto sebagai titik awal untuk mewujudkan Yogya Istimewa.

Dalam sambutannya berbahasa Indonesia, sultan menjelaskan, Yogya dibangun dengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, yang berarti kewajiban melindungi, memelihara, dan membangun keselamatan dunia. Semangat Segoro Amarto menurutnya selaras dengan filosofi tersebut. Namun ini yang utama memerlukan perubahan sikap mental masyarakat “Proses perubahan sikap mental harus tidak bersifat semu. Agar dapat menimbulkan perubahan nyata,” kata Sultan HB X, Minggu (7/10) malam.

Sementara Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam sambutannya berbahasa Jawa di acara ini berharap momen ini dapat merekatkan seluruh warga Kota Yogyakarta. Kebulatan tekad dan kebersamaan seluruh warga menurutnya adalah lecutan baginya dan segenap jajaran Pemkot Yogya untuk membangun Kota Yogyakarta. “Ini semua membutuhkan terwujudnya semangat Segoro Amarto, Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarta,” ujarnya.

Di dalam rangkaian upacara, dilakukan pula pengarakan tombak pusaka Kota Yogyakarta, Kyai Wijoyomukti. Tombak tersebut dibawa oleh 14 camat se Kota Yogyakarta. Selain itu, ditampilkan pula sendratari Segoro Amarto yang mengisahkan pentingnya kebersamaan dan kekompakan masyarakat untuk menuju kemajuan Kota Yogyakarta.

About sukobudoyo

Berbicara apa adanya.. Menyukai budaya jawa

Posted on 8 Oktober 2012, in Berita, Budaya Jawa, Jogjakarta. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: