Perkembangan Agama Hindu Di Indonesia


Pure Besakih Pulau Bali

Tempat ibadah umat Hindu

Agama dan kebudayaan Hindu berkembang seiring dengan masuknya bangsa Arya ke India pada 1.500 SM. Dalam perkembangannya bangsa Arya ini dapat menguasai daerah-daerah seperti daerah Sungai Indus, Sungai Gangga, dan Sungai Brahmaputra yang sebelumnya ditempati oleh penduduk asli orang Dravida. Penguasaan terhadap daerah-daerah ini menyebabkan terjadinya percampuran kebudayaan orang Arya dengan penduduk asli. Percampuran kebudayaan ini menghasilkan budaya Weda yang menjadi cikal bakal lahirnya peradaban Hindu. Sejak itu agama Hindu mulai berkembang di India. Kehidupan agama Hindu berpedoman pada kitab Weda.

Penganut Hindu percaya kepada banyak dewa yang dianggap memiliki peranan dalam mengatur kehidupan manusia. Di antara dewa yang mereka yakini adalah tiga dewa utama yang dikenal dengan Trimurti, yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wisnu sebagai dewa pelindung, dan Syiwa sebagai dewa penghancur. Dalam bidang kemasyarakatan, agama Hindu mengenal istilah tingkatan sosial masyarakat yang disebut kasta. Penetapan kasta ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya
perkawinan campuran antargolongan masyarakat. Kasta tersebut terdiri dari berikut ini.
a. Kasta Brahmana yang terdiri dari kaum pendeta dan para sarjana.
b. Kasta Ksatria yang terdiri dari para prajurit, pejabat dan bangsawan.
c. Kasta Waisya terdiri dari para pedagang petani, pemilik tanah dan prajurit.
d. Kasta Sudra terdiri dari para pelayan dan pekerja kasar, buruh, dan tukang kebun.
e. Kasta Paria yang terdiri dari orang-orang seperti pengemis, pemburu yang dianggap
hina dan tidak memiliki hak dalam masyarakat, nelayan, penyapu jalan, dan penggali

Kitab Suci agama Hinddu adalah Wedha, yang berbentuk syair yang dituliskan dengan Bahasa Sansekerta. Wedha terdiri dari:

  • Rigwedha (Syair pujian untuk Dewa)
  • Samawedha (Syair nyanyian terhadap Dewa)
  • Yajurwedha (Doa pengantar sesaji)
  • Atharwawedha (Mantra untuk sihir dan ilmu gaib)

Pada masa ini mulai muncul kepercayaan terhadap Dewa. Dewa tersebut antara lain:

  1. Dewa Agni (Api)
  2. Dewa Bayu (Angin)
  3. Dewa Surya (Matahari)
  4. Dewa Candra (Bulan)
  5. Dewa Baruna (Angkasa)
  6. Dewa Indera (Perang)
  7. Dewa Maruth (Angin Kencang)
  8. Dewa Usa (Fajar)
  9. Dewa Parjana (Hujan)

About sukobudoyo

Berbicara apa adanya.. Menyukai budaya jawa

Posted on 5 November 2012, in Indonesia, Seni Tradisi and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: