Wayang Kulit – Asmarabumi


Video ini direkam dari TV Indosiar pada awal Januari 1996 dengan lakon ASMORO BUMI oleh 3 dalang kondang yang masih satu keluarga yaitu : Ki Anom Suroto, Ki Warseno Slenk (adik) dan Bayu Aji Pamungkas (anak) dimana pada waktu itu Bayu masih berusia 11 tahun (Kelas 6 SD).

Acara diselenggarakan dalam rangka merayakan ulang tahun yang pertama TV Indosiar dengan menggelar kesenian budaya daerah selama 36 hari berturut-turut yang dipusatkan diwilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Rekaman Asmoro Bumi ini digelar di pendopo Kabupaten Sukoharjo yang dihadiri oleh Bupati Sukoharjo Bp. Ir. (Arsitek) Tejo Suminto atau dikenal dengan sebutan Mas Tetet beserta jajaran, para undangan dan masyarakat setempat tentu saja.
Pada malam itu panitia menghidangkan konsumsi untuk para undangan dengan hidangan khas Solo yaitu Nasi Liwet yang disajikan dengan “pincuk” (“piring” dari daun pisang) dan selama pertunjukan juga disediakan Jamu Gendong dengan penyajian seperti aslinya, yaitu dengan menempatkan jamunya di bakul gendong dan dilayani langsung oleh Mbok Jamu. Acara dan suasana oleh panitia dibuat sedemikian rupa!
Pagelaran kebetulan jatuh pada tanggal 31 Desember 1995 sehingga acara ini juga sekaligus untuk merayakan Malam Tahun Baru 1996, pada awal Goro-Goro sempet diadakan acara meniup terompet secara bersama oleh khususnya para waranggana.
Adapun waranggana dan wiraswara pendukung pagelaran ini boleh dibilang cukup melimpah antara lain oleh waranggana tetap dari Ki Anom Suroto sendiri yaitu :
1. Ibu Sumiyati (Sragen)
2. Ibu Darsini (Sragen)
3. Ibu Niken Sulastri (Sragen)
4. Ibu Dewi Marhaeningsih (Klaten)
5. Ibu Rosiyati (Grobogan, Purwodadi)
Waranggana/wiraswara tambahan (masih dari Ki Anom Suroto juga) yaitu :
1. Ibu Suyatmi (Boyolali), seorang waranggana senior mantan waranggana Ki Nartosabdho.
2. Ibu Endang Sulastri (Ngawi)
3. Mas Suyarto (Bubakan, Girimarta, Wonogiri), seorang pria yang fasih melantunkan suara wanita.
Kemudian ditambah lagi dengan bintang tamu yaitu :
1. Ibu Waljinah (Solo)
2. Ibu Sunyahni (Sragen)
3. Bp. Kirun (Madiun)
Adegan perang dibawakan oleh : Bayu Aji Pamungkas (11 tahun) dimana saat itu mulai sering tampil mendampingi sang ayah dengan keunggulannya yang terkenal dalam sabetan perang. Nama Bayu Aji Pamungkas saat itu sudah mulai terkenal secara nasional (maksudnya nasional dalam wilayah wayang kulit).
Adegan Goro-goro dibawakan oleh : Ki Warseno Slenk, seperti diketahui bahwa dalang muda ini terkenal dengan gayanya yang ceplas ceplos dan blak-blakan sehingga tidak heran dalam video ini beberapa kali Ki Warseno melontarkan kata-kata “rusuh” tapi enak saja didengarnya…🙂
Silahkan download..
  1. Anom & Bayu, Asmarabumi 1
  2. Anom & Bayu, Asmarabumi 2
  3. Anom & Bayu, Asmarabumi 3
  4. Anom & Bayu, Asmarabumi 4
  5. Anom & Bayu, Asmarabumi 5

About sukobudoyo

Berbicara apa adanya.. Menyukai budaya jawa

Posted on 23 November 2012, in Anom Suroto, Budaya Jawa, Wayang and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: