Waldjinah – Ratu Jawa


Screenshot Studio capture #441Album ini merupakan album pertama atas kerjasamaku dengan sang producer: Tanaka Katsunori. Album ini telah meninggalkan satu memory tak terlupakan… Dalam hal penjualan… terus terang, gagal total!!!… Dalam era Jepang dilanda badai lagu2 bernuansa euro beat ala Komuro Tetsuya… perilisan world music semacam ini, dianggap suatu tindakan bodoh dan fatal. Tapi kita tetap menjalaninya dengan penuh semangat dan percaya diri. Hasil penjualan bukanlah merupakan barometer untuk pengukuran kwalitas. Setidak-tidaknya, aku bangga telah ikut berpartipasi dalam suatu gerakan pelestarian lagu2 tradisional Indonesia. Dan aku yakin bahwa album ini se-tidak2nya telah tercatat pada sejarah musik Indonesia. (meskipun banyak yang tidak tahu)

Komposisi album ini, ada 10 lagu, diantaranya 2 lagu original, 2 lagu Jepang coversion dan 6 lagu tradisional. Terperinci sebagai berikut:

01. Walang Kekek
Lagu ini pernah menjadi big hit dari mbak Waldjinah yang dirilis pada tahun 1968. Untuk track ini dibantu dengan backvocal Group Okinawa terkenal: Nenes! Perpaduan irama Jawa dengan Okinawa, ternyata berhasil membuat satu chemistry indah…! Bener! musik tanpa ada perbatasan… Mbak Waldjinah dan Nenes telah membuktikannya! Accodionist terkemuka dari Malaysia S Atan membuat aransemen lagu pada track ini lebih tebal dan berbobot. Aransemen oleh Sawara Kazuya.


02. Kembang Kacang Medley
Seperti apa yang diketahui, tembang “Kembang Kacang” adalah merupakan debut song mbak Waldjinah… juga tembang menuntun mbak Waldjinah yang berhasil dinobatkan sebagai Ratu Kembang Kacang untuk mulai menitih sebagai pembawa lagu. Lagu debut mbak Waldjinah ada track ini sengaja ditaruh pada end-part akhir, dan tembang “Turi Turi Putih” dipakai sebagai opening song… Disini, penyanyi beken Jepang Sandii ikut mengiringi suara Waldjinah! Ya….lagi lagi suatu chemistry indah tercipta pada track ini!

03. Yen Ing Tawang (Ono Lintang)
Langgam Jawa kuno, Yen Ing Tawang (Ono Lintang), merupakan lagu favoriteku sepanjang masa… Basic aransemennya dibuat oleh OTO dengan mengoverlap irama keroncong, juga sekaligus menyisipkan unsur2 instrumen Sunda (Gendang) didalamnya. Tapi Waldjinah tetap tegar tak terpengaruh sama sekali, seperti biasanya tetap kukuh dengan ciri gaya ke-JAWA-annya selama ini… Hebat sampeyan mbakyu!


04. Campur Sari Medley
“Campur Sari” adalah julukan buat kombinasi lagu2 bergenre Keroncong” + “Gamelan”….… banyak part (bagian) yang dikombinasi dan disambung menjadi satu track….pada bagian awal… tembang tradisi “Ayo Praon”, Pangkur dan disusul dengan part salendro…“Gethuk” dan Sampak! Lagu “Gethuk” ciptaan Mas Manthos ditrack ini berhasil menghidupkan nuansa asri Campur Sari.
Mas Manthos sebagai conductor Gamelan Group dari Jogyakarta, mengaransemen track ini dengan cara baru, yaitu: synthesizer dan sampler, bukan dengan perekaman gamelan live!

05. Kencono Wungu
Lagi lagu original ciptaan Manthos…menurut mas Manthos, lagu ini menceritakan tentang putri di-suatu kerajaan dizaman dahulu…. Pada track ini sengaja didubbing satu instrument “sital” (instrumen India)… terasa beda banged dengan lagu2 keroncong yang ada selama ini.

06. Shina No YoruTerus terang, lagu ini paling banyak masalah yang harus kita hadapi…Pertama, dari sisi initernpun banyak yang tidak setuju dengan dinominasikan lagu ini, karena judulnya yang berbau sara (Shina = Cina). Kedua, alotnya dalam pengambilan licensi yang dimiliki oleh Columbia Jepang yang tidak didaftarkan pada JASRAC (Japanese Society for Rights of Authors, Composers and Publishers).
Ya akhirnya masalahnya berhasil diatasi satu persatu… meskipun mengorbankan energy dan waktu yang lumayan besar.
Sebutan Cina sampai sekarang bagaimanapun juga masih menggoreskan satu luka yang mendalam dihati (dengan latar belakang sejarah Indonesia pada era ORBA, dimana pem ORBA dengan sengaja menciptakan suatu kebijakan yang mendiskriminasikan kaum Tionghoa)… karena bagaimanapun perasaan trauma masih tetap menghantui… mbak Waldjinah dari awal justru sangat suka dan sudah familier, bersikeras untuk menominasikan lagu ini….“Aku nyanyi dengan perasaan kagum atas keindahan malam Tiongkok kok…..” kata mbak Waldjinah lucu.
OK…akhirnya semua berjalan….tapi apa mau dikata saat dirilis di Indonesia, lagu ini justru dihujat oleh pemerintah Orba….dengan alasan “ngga selayaknya untuk memuji keindahan negara orang lain”
Halah… gitu aja kok dipermasalahkan!
Ooooohhh…..emang lagu serba banyak masalah!
Tapi tembang ini benar2 luar biasa, dengan basic aransemen yg dibuat oleh Sawara Kazuya dioverdub dengan horn & percussion dari grup band terkenal 19-21 Universal Band plus
rhythm nya dibuat ala habanera dikombinasi dengan detakan Brazil! Bener-bener OK banged!

07. Kumanthil Neng Ati (Hana) Mungkin ini adalah lagu Jepang yang paling terkenal diera 90’s, judul originalnya: “Hana”, ciptaan Kina Shokichi. Tembang ini berkat didaur-ulang oleh penyanyi Taiwan kelahiran Hongkong; Emil Chou dirilis dengan judul “Hua Xhin” meledaklah dimana-mana….sampai keseluruh penjuru dunia!
Arasemenya dibuat pop keroncong. Accodionist S Atan dan pianist Marc Chu, keduanya dari Malaysia, ikut meramaikan tembang ini. Mbak Waldjinah bernyanyi dalam 2 bahasa, Jawa dan Jepang!

08. Sih Katresnan
Lagu original hasil karya mas Is Hariyanto. Menurut mas Hariyanto memang tembang ini dibuat dan dipaskan dengan imaj mbak Waldjinah!. Awalnya hanya diaransemen dengan pop keroncong tapi ternyata hasilnya kurang terlihat kelebihannya, maka sang producer Tanaka Katsunori menambahkan bunyi petikan guitar Sasako-san dan bandolim & cavaquinho (instrument brazil) Akioka-san sehingga menjadikan tembang ini lebih fresh dan bervariasi.

09. Tanjung Perak
Dulu waktu kecil, aku sering ke Tanjung Perak. Perjalanan dari Jember menuju Surabaya selama 4 jam memang cukup menjemukan, apalagi bagi anak kecil…tapi teringat akan melihat laut di Tanjung Perak dengan sederetan kapal2nya… maka semua jadi happy happy azja. Imaj Tanjung Perak yang aku peluk selama ini ternyata persis tertuai dalam tembang ini! Benar-benar fantastique!
Tembang ini termasuk salah satu tembang yang mengalir sejak zaman Belanda doeloe. Aslinya lagu ini adalah bergenre keroncong, tapi dengan sang producer diganti total dengan mengaransemenkan dengan memasukan unsur detakan march, persis seperti menyambut carnaval dibulan Agustus…! Alhasil….tembang ini menjadi begitu jenakanya, sahut2an mbak Waldjinah dengan mas Anthok meninggalkan suatu kenangan khusus.
Seperti track 6: Shina No Yoru… background musiknya juga di overdub dari gebukan 19-21 Universal Band!
siiip banged

10. Othok Othok Unine Tetek
Sebagai penutup album, diambil tembang ini, yang konon juga berasal dari zaman Belanda doeloe! Tambang ini juga dikenal dengan judul dalam bahasa Indonesia “Kelap Kelip”… Lyric bahasa Jawa, adalah ciptaan bapak Gesang. Khusus tembang ini diaransemen dengan “Keroncong Standart”… dan pada sesi intro-nya, sengaja meminjam satu bagian melody dari lagu yang pernah nglejit ditahun 50-an, “Aiga”. Menurut catatan yang ada, tambang “Aiga” ini aslinya adalah lagu India.

Album ini pernah dirilis di Indonesia dengan format cassette oleh GNP (Gema Nada Pertiwi) dengan jumlah track yang sama, tapi berbeda 1 tembang!

About sukobudoyo

Berbicara apa adanya.. Menyukai budaya jawa

Posted on 9 Maret 2013, in Budaya Jawa, Indonesia, Jogjakarta, Lagu Jadul, Lagu Tradisional, Mp3 Jadoel, Seni Tradisi and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Siapa penulisnya mas?

  2. Othok Othok unine Tetek kuwi mestine Othok Othokk unine Tekek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: